"Tiap-tiap diri akan merasai mati. Sesungguhnya akan disempurnakan pahala kamu pada hari kiamat. Sesiapa yang TERSELAMAT DARI NERAKA dan dimasukkan ke dalam syurga, sesungguhnya BERJAYA lah dia, dan ingatlah bahawa kehidupan di dunia ini hanyalah kesenangan yang memperdaya." (Ali Imran : 185)

Doa elak risau, sedih, lemah, malas, takut, lokek, beban hutang

*

Allah hum ma in nii a’uu zu bi ka mi nal ham mi wal hazan, wa a’uu zubika minal ’ajzi wal kas li,wa a’uu zubika minal jubni wal bukh li, wa a’uu zu bika min gha la batid dai ni wa qoh rir rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu daripada perasaan risau dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat takut dan lokek, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.” (HR Abu Dawud)

*

Jangan Tidak Mahu Bayar Hutang

*

Dari Abdillah bin Abu Qatadah, dari Abu Qutadah , bahwasannyad ia telah mendengar dia menceritakan tentang Rasulullah , bahwasannya beliau telah berdiri di antara para shahabat kemudian menyebutkan, “Sesungguhnya Jihad fi Sabilillah dan Iman kepada Allah itu adalah amal-amal yang paling utama.” Maka berdirilah salah seorang shahabat kemudian dia berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu jika saya terbunuh fi sabilillah, apakah semua dosa- dosa saya terhapus?” kemudian Rasulullah menjawab: “Ya, jika engkau terbunuh fi sabilillah sedangkan engkau sabar, semata-mata mencari pahala, maju terus, tidak mundur.” Kemudian Rasulullah berkata: “Bagaimana tadi apa yang engkau katakan?” Ia bertanya: “Bagaimana pendapatmu jika saya terbunuh fi sabilillah, apakah semua kesalahan saya akan terhapus? Maka Rasulullah menjawab: “Ya, kecuali hutang (tidak akan terhapus), kerana sesungguhnya Jibril mengatakan demikian kepadaku.” (HR Muslim).

“Jiwa seorang mukmin tergantung kerana hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.” (HR. At Tirmidzi)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Orang yang mati syahid diampuni semua dosanya kecuali hutangnya.” (HR. Muslim)

"Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih ada hutang, maka dia tidak akan masuk syurga sampai hutang itu dilunaskan." (HR. Ahmad)

Al Qadhi ‘Iyadh Rahimahullah menjelaskan bahwa hak-hak yang terkaitan dengan manusia mesti diselesaikan sesama manusia. (Ikmalul Mu’allim, 6/155. Al Syarh Shahih Muslim, 6/362)

Imam Al Munawi Rahimahullah mengatakan: Maksud hutang di sini adalah semua hak sesama manusia samada berupa darah, harta, dan kehormatan. Hal itu tidak diampuni dengan mati syahid.

Hutang di atas adalah hutang yang dilakukan oleh orang yang tidak berniat untuk melunasinya, padahal dia mampu.

Ada pun bagi yang berniat melunasinya, tetapi ajal menjemputnya, atau orang yang tidak ada harta untuk membayarnya, dan dia juga berniat melunasinya, maka itu dimaafkan bahkan Allah Ta’ala yang akan membayarnya.

Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan: Hal ini berlaku bagi orang yang memiliki sesuatu (mampu) untuk melunasi hutangnya. (Al Ikmal, 6/155).

Berkata Imam As Syaukani Rahimahullah: Ini terikat pada siapa saja yang memiliki harta yang dapat melunasi hutangnya. Ada pun orang yang tidak memiliki harta dan dia bertekad melunaskannya, maka telah ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala akan menolong melunaskan untuknya. (Nailul Authar, 4/23)

Juga dikatakan oleh Imam Ash Shan’ani Rahimahullah: Yang demikian itu bagi siapa saja yang berhutang namun dia tidak berniat untuk melunasinya. (Subulus Salam, 3/51)

Ini juga dikatakan Imam Al Munawi: Perbincangan tentang ini berlaku pada siapa saja yang ingkar terhadap hutangnya. Ada pun bagi orang yang berhutang dengan cara yang dibenarkan dan dia tidak melanggar perjanjinya, maka dia tidaklah terhalang dari syurga. (Faidhul Qadir, 6/ 559)


Ringkasan: Orang yang ada hutang tetapi sengaja berniat untuk TIDAK MAHU BAYAR hutang tersebut, ancamannya ialah terhalang dari masuk syurga.




Sumber: http://subhanallahu.multiply.com/journal/item/117/Co-Pas_Wafat_Dalam_Keadaan_Berhutang_Bagaimana_Nasibnya




Artikel pilihan:

Jangan Tangguh Bayar Hutang


*

Hukum Minum Berdiri

*

Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” (HR. Muslim no. 2026)

Dari Anas radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Bahwa beliau melarang seseorang minum sambil berdiri.” (HR. Muslim no. 2024)

Ali radhliallahu ‘anhu pernah datang dan berdiri di depan pintu rahbah, lalu dia minum sambil berdiri. Setelah itu dia berkata: “Sesungguhnya orang-orang merasa benci bila salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, padahal aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukannya sebagaimana kalian melihat ku saat ini (berdiri).” (HR. Al-Bukhari no. 5615)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma berkata:“Aku memberi minum kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari air zam-zam, lalu beliau minum sambil berdiri.” (HR. Al-Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027)

Di dalam kitab Ar-Raudhah, Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa minum sambil berdiri hukumnya TIDAK MAKRUH.

Di dalam kitab Riyadhus-Shalihin, Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan hukum minum sambil berdiri adalah DIBOLEHKAN. Ada hadis yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam melakukannya. Meski pun demikian beliau pun menerima kesahihan hadis yang melarang minum sambil berdiri. Maka kesimpulan beliau ialah dibolehkan minum sambil berdiri tetapi lebih utama jika duduk.

Wallahu 'alam.

*

Beri SALAM dan baca BISMILLAH bila masuk rumah.

*

Dari Jabir bin Abdillah ra, Rasulullah shallaAllahu `alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu menyebut nama Allah ketika hendak masuk rumahnya dan menyebut nama Allah ketika hendak makan, maka syaitan akan berkata sesama meraka, "Kita tidak ada tempat tinggal dan tidak dapat makanan hari ini." Tetapi apabila dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, syaitan berkata, "Kita ada tempat menginap hari ini." Dan apabila dia tidak menyebut nama Allah ketika makan, syaitan berkata, "Kita ada tempat menginap dan dapat makanan hari ini." (HR Muslim)


Link Pilihan :




*

Jangan Minum Dan Minum Dengan Tangan Kiri

*

Nabi bersabda, "Jika salah seorang dari kalian hendak makan, makanlah dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, minumlah dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya" [HR. Muslim]




Link Pilihan :




*

Popular Posts