*
Bani Israil ialah bangsa yang berasal putera-putera Nabi Ya'kub yang berjumlah 12 orang, iaitu Ruben, Syama'un, Lewi,
Yahuda, Zabulon, Yasakir, Dann, Jaad, Asyir, Naftali, Yusuf, dan Bunyamin.
Bani Israil yang disebut di dalam Al-Qur'an membawa maksud satu bangsa yang menganut agama yahudi.
Sifat-sifat Bani Israel digambarkan di dalam Al-Qur'an sebagian besar sebagai manusia yang keras kepala, membangkang, pesimis, tamak terhadap dunia, pengecut, suka menghina, mengolok-olok nabi, seperti dalam surah Al-Ahzab: 69. Allah berfirman:
“ Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa." (Al-Ahzab: 69) ”
Telah ditunjukkan beberapa mukjizat oleh para nabi Musa, Isa dan lainya. Mereka tetap tidak mengakui tentang kebenaran ajaran yang dibawa oleh para nabinya. Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Bani Israel, bahkan nabi-nabi mereka, seperti Zakariyya dan Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Isa dan bangga atas usahanya.
Semasa Yusuf memiliki kekuasaan di Mesir, Bani Israel berkembang dari tujuh puluh orang menjadi tiga juta orang. Di antara mereka terdapat ratusan ribu orang Yahudi dari keturunan Yahuda yang rata-rata berotak cerdas tetapi sebagian besar dari bangsa ini memiliki watak buruk seperti, kikir, sombong, keduniaan, berkeinginan menguasai bangsa lain, ashabiyah (fanatis), kejam dan sebagainya.[3]
Firman Allah tentang Bani Israil, "Patutkah, tiap-tiap kali datang kepada kamu seorang rasul membawa kebenaran yang tidak disukai oleh hawa nafsu kamu, kamu dengan sombong takbur menolaknya, sehingga sebahagian dari rasul itu kamu dustakan, dan sebahagian yang lain pula kamu bunuh?" (al-Baqarah ayat 87)
*